Jumat, 04 Oktober 2013

salah satu problem yang melanda pemilik Thunder 125 pada umumnya, yaitu performa thunder 125 yang "cukup". Yup pada postingan dahulu kala ane pernah membahas tentang bagaimana caranya mengembalikan kemampuan asli thunder 125. Sekedar review dari artikel lalu, pada dasarnya Thunder 125 itu motor trail yang sudah tentu memiliki akselerasi buas (Suzuki DR-Z 125). Tapi setelah diproduksi dalam bentuk sport jalanan malah akselerasi tadi jadi lemot, lebih lemot dari bebek 110 cc sekalipun, innalillahi....
Oleh karenanya ane bikin artikel tersebut, karena dulu ane juga pernah punya Thunder 125 dan ane pun merasa jengkel dengan performanya, mosok motor sport tarikan matic. Dan pada artikel itu ane berbagi pengalaman ane tips-tips bikin kencang Thunder 125 hingga bisa jabanin Scorpio std.



foto : wodocs.com

Gimana caranya ? Ini dia, Kangmas, Mbakyu....

1. Bore up pakai Piston Yamaha Scorpio oversize 0 (70mm)














Waww, apa ga jebol tuh blok silinder ? Enggak masbro, mbaksist. Ini ada alasannya. Opo kui ?? Yaitu Thunder 125 itu adalah tipe langkah pendek (stroke = 48,8 mm), motor dengan langkah pendek memiliki kelebihan powerband yang lebar dan putaran mesin yang tinggi, sehingga sangat mudah mengail power cukup hanya dengan memperbesar diameter piston.
Original post by : Zul Fauzi
Khusus untuk motor langkah pendek, semakin besar diameter piston justru kinerjanya semakin baik. Contohnya saja KTM Duke dengan boreXstroke = 72x49 mm. Konfigurasi macam ini akan membuat karakter 4-tak menjadi hilang dan berubah jadi seperti 2-tak. Pasti sudah pada tahu gimana karakter 2 tak itu. 

Motor 4-tak itu justru bagus kalau dibore up, bukan stroke-up, karena sistem kerjanya yang 4 langkah membutuhkan pergantian siklus yang cepat, supaya momen puntir pada bandul tidak cepat hilang mengingat dalam satu siklus kerja, putaran mesin 4-tak itu 720 derajad, sehingga bore up dengan piston super besar dan kombinasi langkah super pendek adalah pilihan yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan kinerja 4-tak. Dengan menggunakan piston Yamaha Scorpio, maka volume silinder Thunder 125 sekarang menjadi 187,7 cc atau dibulatkan jadi 190 cc. Tapi yang kita cari di sini bukanlah 190 cc nya, melainkan konfigurasi over bore nya (70x48,8 mm)
.
2. Ganti liner silinder dengan liner kepunyaan mesin diesel.

foto : serayamotor

Material liner dari mesin diesel memiliki kelebihan tahan temperatur berlebih dan tahan kompresi tinggi, maklum karena mesin diesel itu kompresi standarnya saja sekitar 18 : 1, so tentu saja secara metalurgi bisa dikatakan edan, sehingga sangat cocok untuk mesin bore-up.

3. Pastikan ketebalan liner setelah terpasang di blok silinder tidak kurang dari 3 mm. Supaya liner tidak melengkung akibat panas berlebih dan kompresi tinggi.


4. Pakai bos pin piston dari pin piston Yamaha Scorpio.
Piston Scorpio memiliki diameter pin piston 16 mm, sedangkan Thunder 125 14 mm, maka butuh dibuatkan bos. Tapi jangan bikin dari kuningan. Ndak akan awet, Kangmas, Mbakyu. Cara yang baik adalah pin piston Yamaha Scorpio diperbesar lubang dalamnya seukuran diameter pin piston Thunder 125, kemudian dipotong jadi 2 untuk difungsikan sebagai bos pin piston yang dipasangkan ke pin piston asli Thunder 125 yang 14 mm tadi. Ini jauh lebih kuat dan aman ketimbang pakai bos dari bahan kuningan.














5. Perbesar lubang crankase.
Lubang crankase Thunder 125 yang 69 mm harus diperbesar lagi sebanyak 13 mm biar liner baru muat masuk ke crankase.
6. Atur kompresi di 10,2 : 1.
Thunder 125 yang udah pasang piston Scorpio, maka kompresinya akan naik jadi : 13, 3 : 1. Itu jelas musti pertamax plus ke atas, mana harganya setara makan 3 kali sehari, hehe...
Oleh karenanya biar tetep bisa mimik premium, kompresi musti diturunin dengan cara memperbesar ruang bakar dengan cara dibubut hingga volume ruang bakar mencapai 20,5 cc dari aslinya yang 15,2 cc. Cara ngukurnya nanti pakai gelas ukur.

7. Ganti knalpot dengan knalpot Yamaha Scorpio yang silencernya dibobok. Itu lebih sip ketimbang knalpot racing. Nanti jangan lupa dibawa ke tukang knalpot buat ditekuk lehernya menyesuaikan dudukan knalpot Thunder 125.
foto : ceriwis.com

8. Ganti gir berat.
Jika gir sebelumnya pakai kombinasi 14-45, sekarang musti dibikin berat, kan power udah melimpah ruah, biar nafas mesin enggak pendek, bisa pakai gir belakang RX-King yang 36, sehingga akselerasi dapet, top speed dapet.
9. Terakhir, pasang oil cooler.
Setelah bore up gede-gedean, maka panas mesin akan berlebih, sangat dianjurkan untuk memasang oil cooler supaya temperatur tetap terjaga.


Yup itulah cara-cara mengaktifkan power terpendam dari thunder 125 yang aslinya kencang. Semoga bermanfaat, dan sekian artikel hari ini. Tetep jaga keselamatan di jalan, jangan kebut-kebutan, karena Thunder 190 cc bukanlah untuk kebut-kebutan, melainkan biar lebih cepat sampai ke tujuan dengan selamat 
Sekian,, Wassalamu'alaikum...

bore up supra fit ,menaikan cc motor supra fit, x dan revo / generation c

re up Honda 100CC (Legenda)


Mendongkrak tenaga mesin Honda 100cc itu susah-susah gampang. penyebabnya, jarak keempat baut silinder terlalu dekat dengan liner atau boring. karena terlalu dekat, susah untuk dibore up gede-gedean, itu karena pilihan diameter piston pengganti jadi terbatas.
kalo enggak tahu cara mengakalinya, memang begitu. tanpa geser baut mesin, paling besar hanya bisa pakai piston 54-55 mm. itu pun, boring sudah tipis dan mesin jadi cepat panas.
untuk mengakali masalah ini, honda legenda dengan 100cc bisa adopsi piston honda Sonic dengan diameter piston 58 – 60mm.
yang mesti dilakukan pertama kali adalah bongkar seluruh mesin, artinya bagian crankcase juga ikut dibuka.
setelah itu, bubut bagian mulut crankcase yang menghadap pantat blok silinder sebanyak 3mm. bagian crankcase tetap kudu dibubut agar boring baru bisa masuk.
crankcase_legenda.jpg
kemudian lanjut ke silinder blok sendiri, sebelum memasang atau menentukan liner piston baru, kudu bilang ke tukang bubut, jelaskan papas bagian blok yang punya jarak renggang dengan baut blok sebanyak 2 mm.
jika langkah pertama sudah, lanjut membubut bagian blok yang berjarak lebih rapat. minta ke tukang bubut untuk menyamakan diameter agar berbentuk bulat sepenuhnya.
blog_legenda.jpg
tapi tukang bubut pasti sudah tahu harus bagaimana selanjutnnya, karena mereka juga biasanya sudah berpengalaman.
nah… setelah itu baru pasang liner baru dengan diameter 60,5 mm, lalu tinggal pasang piston. mau ukuran 58 atau 60 mm, tinggal tentukan sesuai kebutuhan.
setelah semua proses diatas dilakukan, sudah tentu kompresi melonjak dan tenaga lebih yahut…, karena kompresi tinggi, maka alangkah baiknya jika menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, untuk menghindari ngelitik karena knocking.